Satu titik.
Hei. Pernah gak kamu atau dia
bermimpi untuk menuju hal yang sama? Pernah gak kamu dan dia mempunyai 1
pemahaman yang sama? Jika pernah, apa kamu dapat merasakan hal yang sama juga? Aku
disini yakin kalo kamu dan dia tidak tau jawabannya. J
Aku pernah bermimpi ingin
menjadikan sesuatu yang kamu inginkan itu tercapai. Karena impian aku selama
ini adalah....kamu. kamu yang selalu aku impikan disetiap desah nafasku. Duh kita
melenceng terlalu jauh nih sepertinya, maaf. Aku hanya lepas kontrol saja,
karena selama ini aku bingung apa yang sebenarnya aku impikan. Aku selalu
menanti ketidakpastian ini dalam kegelapan. Sampai akhirnya aku bertemu kamu. Entah
mengapa dan bagaimana, aku merasakan kamu itu separuh nafas yang setiap hari
aku hembus, setiap hari aku nanti, setiap hari penantian yang terjaga. Tidakkah
salah? Bila sebuah penantian berakhir dengan penantian juga? Jika kamu
merasakannya aku yakin itu begitu indah. Karena hanya dirimu saja yang mampu
merasakan penantian dirimu.
Kamu terlalu jauh masuk dalam
penantian ini, aku sendiri tidak tau bagaimana cara menghentikannya. Aku memilih
tetap diam. Diam dalam satu nafas, meskipun aku sendiri tau, apa dan bagaimana
dampak ini akan berlabuh. Dan pastinya akan menyakiti penantian yang selama ini
aku nanti. Suatu saat kamu pasti sadar...betapa indahnya penantian yang kujaga
hanya untuk sebuah dilema, dan aku? Aku tak pernah berfikir dan tak ingin
memikirkan penantian itu berakhir. Entah sampai kapan aku bertahan...
No comments:
Post a Comment